Pages

HURUF dan PENGUCAPAN

HURUF

Secara tradisionil, huruf dalam bahasa jepang di tulis dari atas ke bawah dan dimulai dari sudut kanan atas. Meski demikian ,tulisan dalam bahasa jepang ini dapat pula ditulis dari kiri ke kanan (secara mendatar/horizontal)

Huruf dalam bahasa jepang terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu :

1. Ideografik : berupa gambar lambang yang lazim disebut kanji.

2. Syllabik : berupa gambar suku kata yang disebut dengan kana.

Kana terbagi menjadi 2 (dua), yaitu : hiragana dan katakana.

Kanji yang diambil dari bahasa (tulisan) cina merupakan ideogram dasar, yang masing-masing karakternya mewakili satu suku kata atau satu ide. Pemakaian huruf kanji tidak selalu berdiri sendiri.

Karakter hiragana digunakan untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari bahasa jepang yang tidak terdapat huruf kanji-nya. Tulisan hiragana mewakili satu suku kata

Sementara katakana di gunakan untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari luar jepang, seperti kata-kata asing atau juga kata-kata pinjaman, termasuk kata-kata dari bahasa inggris. Peraturan penulisan katakana mempunyai perbedaan dengan hiragana .

Kata kata asing atau kata kata pinjaman tersebut telah diadaptasikan menjadi dan ke dalam bahasa jepang.

Cotoh kata kata asing yang telah menjadi bahasa jepang adalah :

Bahasa jepang

Asal

Arti

Resutauran

Restaurant

Restoran

Aisukuriimu

Ice cream

Es krim

Basu

Bus

Bis

Usikii

Whisky

Wiski

Beddo

Bed

Tempat tidur

Keki

Cake

Kue

Kompyuta

Computer

Computer

Sutereo

Stereo

Stereo

Takushi

Taxi

Taksi

Painappuru

Pineapple

Nanas

Pen

Pen

Pena

Abjad bahasa jepang dalam romanji (huruf latin )

A

I

U

E

O

Ba

Bi

Bu

Be

Bo

Bya

-

Byu

-

Byo

Cha

Chi

Chu

Che

Cho

Da

-

-

De

Do

-

-

Fu

-

-

Ga

Gi

Gu

Ge

Go

Gya

-

Gyu

-

Gyo

Ha

Hi

-

He

Ho

Hya

-

Hyu

-

Hyo

Ja

Ji

Ju

Je

Jo

Ka

Ki

Ku

Ke

ko

Kya

-

Kyu

-

Kyo

Ma

Mi

Mu

Me

Mo

Mya

-

Myu

-

-

N

-

-

-

-

Na

Ni

Nu

Ne

No

Nya

-

Nyu

-

Nyo

Pa

Pi

Pu

Pe

Po

Pya

-

Pyu

-

Pyo

Ra

Ri

Ru

Re

Ro

Rya

-

Ryu

-

Ryo

Sa

-

Su

Se

So

-

Shi

Shu

-

Sho

Ta

-

-

Te

To

-

-

Tsu

-

-

Wa

-

-

-

Wo

Ya

-

Yu

-

Yo

Za

-

Zu

Ze

Zo




HURUF

Secara tradisionil, huruf dalam bahasa jepang di tulis dari atas ke bawah dan dimulai dari sudut kanan atas. Meski demikian ,tulisan dalam bahasa jepang ini dapat pula ditulis dari kiri ke kanan (secara mendatar/horizontal)

Huruf dalam bahasa jepang terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu :

1. Ideografik : berupa gambar lambang yang lazim disebut kanji.

2. Syllabik : berupa gambar suku kata yang disebut dengan kana.

Kana terbagi menjadi 2 (dua), yaitu : hiragana dan katakana.

Kanji yang diambil dari bahasa (tulisan) cina merupakan ideogram dasar, yang masing-masing karakternya mewakili satu suku kata atau satu ide. Pemakaian huruf kanji tidak selalu berdiri sendiri.

Karakter hiragana digunakan untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari bahasa jepang yang tidak terdapat huruf kanji-nya. Tulisan hiragana mewakili satu suku kata

Sementara katakana di gunakan untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari luar jepang, seperti kata-kata asing atau juga kata-kata pinjaman, termasuk kata-kata dari bahasa inggris. Peraturan penulisan katakana mempunyai perbedaan dengan hiragana .

Kata kata asing atau kata kata pinjaman tersebut telah diadaptasikan menjadi dan ke dalam bahasa jepang.

Cotoh kata kata asing yang telah menjadi bahasa jepang adalah :

Bahasa jepang

Asal

Arti

Resutauran

Restaurant

Restoran

Aisukuriimu

Ice cream

Es krim

Basu

Bus

Bis

Usikii

Whisky

Wiski

Beddo

Bed

Tempat tidur

Keki

Cake

Kue

Kompyuta

Computer

Computer

Sutereo

Stereo

Stereo

Takushi

Taxi

Taksi

Painappuru

Pineapple

Nanas

Pen

Pen

Pena

Abjad bahasa jepang dalam romanji (huruf latin )

A

I

U

E

O

Ba

Bi

Bu

Be

Bo

Bya

-

Byu

-

Byo

Cha

Chi

Chu

Che

Cho

Da

-

-

De

Do

-

-

Fu

-

-

Ga

Gi

Gu

Ge

Go

Gya

-

Gyu

-

Gyo

Ha

Hi

-

He

Ho

Hya

-

Hyu

-

Hyo

Ja

Ji

Ju

Je

Jo

Ka

Ki

Ku

Ke

ko

Kya

-

Kyu

-

Kyo

Ma

Mi

Mu

Me

Mo

Mya

-

Myu

-

-

N

-

-

-

-

Na

Ni

Nu

Ne

No

Nya

-

Nyu

-

Nyo

Pa

Pi

Pu

Pe

Po

Pya

-

Pyu

-

Pyo

Ra

Ri

Ru

Re

Ro

Rya

-

Ryu

-

Ryo

Sa

-

Su

Se

So

-

Shi

Shu

-

Sho

Ta

-

-

Te

To

-

-

Tsu

-

-

Wa

-

-

-

Wo

Ya

-

Yu

-

Yo

Za

-

Zu

Ze

Zo

PENGUCAPAN

Susunan abjad jepang terdiri dari sejumlah bunyi yang tercipta dengan mengkombinasikan huruf-huruf vokal (huruf hidup), yaitu : a, i, u , e, o dengan sebuah huruf konsonan ( huruf mati ).

Bunyi huruf hiduf ini selalu diucapkan dengan cara yang sama.

VOKAL :

Vokal atau huruf hidup dalam bahasa jepang diucapkan sama seperti pengucapannnya dalam bahasa indonesia.

Misalnya :

Huruf a diucapkan seperti kata : bapak , apa, ada

Huruf i diucapkan seperti kata : siti, bini, gigi

Huruf u diucapkan seperti kata : buku, dulu, duku

Huruf e diucapkan seperti kata : bebek, pendek

Huruf o diucapkan seperti kata : soto, kosong, moto

CATATAN

1. o diucapkan dengan posisi bibir agak bulat

2. u diucapkan dengan posisi bibir tidak bulat

3. tiap tiap huruf dapat berbunyi pendek atau panjang.pendek atau panjang sesuatu bunyi, membawa perbedaan arti yang sangat jauh.

Contoh :

Obasan : bibi obaasan : nenek

Hodoo : tanah hoodoo : berita

Fugi : cabul fuugi : tingkah, kelakuan

Pada umumnya penulisan bunyi panjang diberi tanda “^” diatas huruf yang dimaksud. Sedangkan untuk vokal i penulisannya dirangkap (ii) sehingga penulisan kawaii (cantik) tetap seperti asli tulisannya.

DIGRAFI :

Digrafi adalah dua huruf kembar, seperti : ai, au, ea, ei, oi, dan ou diucapkan menjadi dua bunyi, karena digrafi bukan diftong (vocal kembar).

Misalnya :

Chiisai : diucapkan chii-sa-i (kecil)

Burausu : diucapkan bu-ra-u-su (blus, baju atas)

Earoguramu : diucapkan e-a-ro-gu-ra-mu (aerogram)

Eiga : diucapkan e-i-ga (film)

Shiroi : diucapkan shi-ro-i (putih)

Atsui : diucapkan at-su-i (panas)

Hirou : diucapkan hi-ro-u (mengambil)

KONSONAN :

Seperti halnya voKal (huruf hidup), konsonan (huruf mati) dalam bahasa jepang pada umumnya diucapkan sama dengan bunyi ucapkan dalam bahasa Indonesia.

Adapun sedikit perbedaan dibandingkan pengucapannya dalam bahasa Indonesia, dapat dijelaskan sebagai berikut :

g diucapkan seperti halnya bunyi dalam bahasa Indonesia bila terletak di awal kata.

Jika terletak di tengah atau di akhir kata, maka kata tersebut diucupkan ng.

Nagai diucapkan nangai (panjang)

Daigaku diucapkan daingaku ( universitas)

n diucapkan seperti halnya bunyi dalam bahasa Indonesia bila teletak di awal kata.

Jika terletak di akhir kata atau sebagai suku kata, maka kata tersebut diucapkan ng.

Nihon diucapkan nihong (jepang)

Nippon diucapkan nippong (jepang)

Jikan diucapkan jikang (jam)

Jika huruf n diikuti dengan huruf-huruf : p, b, dan m, maka bunyinya melembut menjadi m.

Honbako dibaca hombako (tas)

Sanpaku dibaca sampaku (tiga malam)

Nanmai dibaca nammai (berapa helai)

Bila n diikuti dengan vocal (huruf hidup), maka sebuah apostrop (‘) akan di letakkan diantara huruf n dengan huruf vocal yang mengikutinya.

Man’in (penuh) dibaca man-in.

Ten’in (penjaga took) dibaca ten-in.

Hal itu untuk membedakan bunyi n dari bunyi-bunyi na,ni,nu,ne, dan number

R adalah bunyi lembut yang diucapkan dengan lidah antara huruf r dan i, dengan posisi lidah tidak menyentuh mulut.

S diucapkan seperti halnya bunyi dalam bahasa Indonesia, yang kadang-kandang diucapkan dengan keras.

S di depan a,u,e dan o diucapkan sama seperti pengucapan dalam bahasa Indonesia.

Pengecualian, jika huruf s di depan i, diucapkan seperti kata she pada bahasa inggris. Jadi bunyinya seperti bercampur dengan y.

T diucapkan seperti halnya bunyi dalam bahasa Indonesia, dengan kekecualian :

-di depan i, diucapkan ci dengan tulisan chi.

- didepan u, diucapkan su dengan tulisan tsu.

Z diucapkan seperti halnya bunyi dalam bahasa Indonesia, dengan kekecualian :

-di depan i, diucapkan lebih menyerupai ji.

CATATAN

1. Huruf i, x, dan v tidak terdapat dalam bahasa jepang

2. Huruf b adalah penganti bagi huruf v untuk kata- kata serapan yang berasal dari luar jepang (kaa kata asing)

Contoh :

Valerie menjadi bararii

Video menjadi bideo

Violin menjadi baiorin

3. Bunyi-bunyi yang terjadi dari konsonan dengan tambahan ya, yu, yo diucapkan satu ketukan, karena hanya terdiri dari satu suku kata.

Bunyi-bunyi tersebut adalah :

Cha chu cho

Bya byu byo

Gya gyu gyo

Hya hyu hyo

Ja ju jo

Kya kyu kyo

Mya myu myo

Nya nyu nyo

Pya pyu pyo

Rya ryu ryo

Sha shu sho

Bunyi-bunyi tersebut di gunakan dalam kata-kata pinjaman (kata-kata asing).

KONSONAN RANGKAP

Terdapat beberapa konsonan rangkap di dalam bahasa jepang dimana hal itu menunjukkan bahwa pembicaraannya atau pengucapannya harus berhenti sejenak sebelum meneruskan ucapannya.

Konsonan rangkap ini terdiri dari : kk, pp, ss, tt, dan tc.

Misalnya :

Sakkaa (sepak bola)

Poppu (music pop)

Ressun (pelajaran)

Kuriketto (kriket)

VOKAL YANG TIDAK BERBUNYI

Terdapat beberapa vocal atau huruf hidup yang kadang kadang tidak dibunyikan meskipun terdapat dalam tulisan.

Huruf-furuf hidup tersebut adalah i dan u. Contoh-contoh berikut ini menunjukan hal tersebut. Untuk vocal yang tidak dibunyikan atau dibunyikan dengan suara yang sangat lemah sehingga tidak terdengat , ditandai di dalam tanda kurung.

Arimas(u) ada

Des(u) ini

Desh(i)ta adalah (bentuk lampau)

Hajimemash(i)te apa kabar ?

Ikimas(u) saya pergi

Sh(i)ka rusa

S(u)ki suka, saya suka

PENGUCAPAN KATA-KATA ASING

Terdapat beribu-ribu kata asing yang telah diadaptasikan di dalam bahasa jepang.

Kata kata asing atau kata-kata serapan yang berasal dari luar jepang, di ucapkan menurut kaidah atau aturan yang berlaku di dalam bahasa jepang.

Misalnya :

Kora-kora coca-cola

Koohii kopi

Biiru bir

Sukotto scott

Sumisu smith

Furansu prancis

CATATAN

Meskipun secara mayoritas kata-kata asing berasal dari bahasa inggris, namun beberapa kata yang berasal bukan dari bahasa inggris telah diserap dan diadaptasikan ke dalam bahasa jepang.

Contoh kata-kata tersebut adalah :

Arubaito pekerja paruh waktu, berasal dari bahasa jerman.

Ikura telur ikan salmon, berasal dari bahasa rusia.

Pan roti, berasal dari bahasa portugis.

UNGKAPAN-UNGKAPAN DASAR

PENGERTIAN

Ungkapan-ungkapan adsaar di dalam bahasa jepang adalah ucapan-ucapan atau ungkapan-ungkapan yang biasanya paling sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sesuai dengan fungsinya, ungkapan-ungkapan ini beragam jenis dan macamnya yang sangat berguna bagi sekalian pengguna bahasa jepang.

Adapun ungkapan-ungkapan dasar ini terdiri dari :

1. ucapan salam atau sapaan

2. ucapan selamat

3. ucapan permintaan

4. ucapan penyesalan (maaf)

5. ucapan dan terimakasih

6. ucapan perpisahan

contoh-contoh ucapan tersebut di atas, adalah :

1. UCAPAN SALAM ATAU SAPAAN

Ohayoo gazaimasu selamat pagi

Konnichiwa selamat siang/sore

Konbanwa selamatmalam

Oyasuminasai selamat malam/tidur

Moshi moshi. halo.

Ikaga desu ka. apa kabar ?.

Hajimemashite. apa kabar ?.

Doozo yoroshiku. senang berkenalan dengan anda/senang bertemu dengan anda.

o-namae wa. siapa nama anda ?.

o-shigoto wa. apa pekerjaan anda ?.

anata wa gajin desuka. apakah anda orang asing ?.

CATATAN

Ohayoo gazaimasu (selamat pagi).

Ucapan ini biasanya berarti anda telah bangun pagi-pagi atau anda orang yang biasanya bangun pagi-pagi. Karena itu biasanya ucapan ini tidak digunakan setelah jam 10 pagi.

Ucapan selamat pagi untuk seseorang teman akrab atau kepada anggota keluarga sendiri sering kali hanyalah ohayoo saja.

Konnichi wa (selamat siang)

Ucapan ini digunakan diantara jam 10 pagi hingga sore hari. Ucapan ini juga berarti hari itu cuaca tengah baik(cerah adanya.

Konban wa (selamat malam)

Biasanya berarti malam ini adalah malam yang indah.

CATATAN

Ucapan konnichi wa dan konban wa tidak dapat digunakan untuk salam perpisahan atau ucapan pada akhir pertemuan.

Ucapan yang dipergunakan untuk salam perpisahan atau akhir pertemuan adalah sayonara (selamat tinggal, selamat jalan) atau menggunakan salam perpisahan lain yang sejenis.

Dozoo yoroshiku (saya bergembira dapat berkenalan dengan anda. Mohon bantuan anda selanjutnya).

Hajimemashite apa kabar? Gembira beremu dengan anda.

Hajimemashite yang di sambung dengan dozo yoroshiku adalah frase formal yang digunakan pada saat seseorang bertemu untuk yang pertama kali.

2. UCAPAN SELAMAT

Tanjobi omedeto gozaimasu. selamat ulang tahun.

Kurimasu omedoto gozaimasu. selamat hari natal.

Shinen omedeto gozaimasu. selamat tahun baru.

Kekon-shiki omedeto gozaimasu. selamat menempuh hidup baru.

CATATAN

Kata kerja gozaimasu digunakan untuk membuka kalimat dengan nada yang sopan atau halus.

3. UCAPAN PENYESALAN

Sumimasen. maaf.

Shitsurei shimasu. maafkan saya, permisi.

Gomen nasai. maafkan saya.

Osoku natte sumimasen. maafkan saya terlambat datang.

Okurete sumimasen. maaf, kami terlambat.

Chotto matte kudasai. tunggu sebentar.

CATATAN

Kata sumimasen (maaf, permisi atau numpang Tanya) merupakan satu kata yang ampuh dalam bertanya dan khususnya jika berada di negeri matahari terbit itu dan tengah berada di dalam kesulitan berbahasa jepang akibat kurang memahami ucapan atau perkataan mereka.

Dengan kata sumimasen tersebut, maka pengucapannya akan dapat bertanya pada orang-orang jepang yang ditemuinya, menarik perhatian penjaga took atau siapa saja yang berada di sekitar itu dan meminta maaf untuk apa saja.

Selain sumimasen, terdapat beberapa ungkapan yang sangat berguna jika tengah berada dalam kesulitan berbahasa jepang. Ungkapan-ungkapan tersebut adalah :

Sumimasen ga. Maafkanlah saya, maaf.

Ei-go o hanashimashu ka. Apakah anda berbahasa inggris.

Mo ichi-do-o-hengai shimashu. Tolong (katakana itu sekali) lagi.

Wakarimasen. Saya tidak mengerti.

Motto yukkuri hana shite kudasai. Dapatkah anda berbicara lebih perlahan lagi.

Hai, sukoshi. Ya, sedikit.

4. UCAPAN TERIMA KASIH

Hai, o-negai shimasu. Ya, tolonglah/maaf.

Arigato gozaimashu. terima kasih.

Domo arigato gozaimashita. terima kasih banyak.

Do itashimashite. terima kasih kembali.

Osewa sama deshita. terima kasih atas pertolongan anda.

Mukae ni kite kudasatte gozaimase. Terima kasih atas kedatangan anda untuk mejemput kami.

Lie, kekko desu. tidak, terima kasih.

CATATAN

Perbedaan antara arigato gozaimasu dan arigato gozaimashita, adalah :

Arigato gozaimasu : ucapan ini untuk menyatakan terima kasih sebelum melakukansesuatu kepada pengucanpnya, meskipun mungkin sudah berjanji untuk melakukan sesuatu tersebut.

Arigato gozaimashita : ucapan terima kasih sesudah melakukan sesuatu kepada pengucapnya.

Jawaban untuk ucapan terima kasih tersebut di atas seperti halnya you are welcome dalam bahasa inggris, adalah do itashimashite (terima kasih kembali).

Sementara jawaban penolakan sacara halus (bahasa inggris no thank you) adalah iie, kekko desu (tidak, terima kasih).

5. UCAPAN PERPISAHAN

Sayonara. selamat tinggal, selamat jalan.

Bai bai. selamat tinggal.

Mata ashita. sampai jumpa besok.

Goryoshin ni yoroshiku. sampaikan salam saya kepada orang tua anda.

Mata ome ni kakarimasu. sampai bertemu lagi.

Dewa mata nochi hodo. sampai bertemu lagi.

Je mata ne. sampai jumpa.

Oyasumi nasai. selamat malam.

CATATAN

Sayonara (selamat tinggal, selamat jalan) vocal yo asalnya panjang ,tapi biasanya diucapkan pendek.

Ucapan bai bai berasal dari bahas inggris bye bye , merupakan salam perpisahan yang kekanak-kanakan.

Je mata ne! (sampai jumpa) merupakan ucapan perpisahan yang tidak formal.

Oyasumi nasai (selamat malam), merupakan ungkapan perpisahan yang diucapkan pada petang hari. Untuk anggota keluarga sendiri atau teman dekat, cukup diucapkan : oyasumi.

6. UCAPAN PERMITAAN TOLONG

Sumimasen. maaf

Tasukete! Tolong!

Tasukete kure. tolong

Keisatsu o yonde kudasai! tolong panggil polisi!

Kyukusha o yonde kudasai! tolong panggil ambulance!

Indonesia taishikan ni denwa shite kudasai! tolong telepon kedutaan besar Indonesia!

Kore o en ni ryogae shite kudasai. tolong tukar (uang) ini dengan yen.

O-sake o-negai shimasu. tolong sake saja.

Boku niwa biru 0 kudasai. tolong bir untuk saya.

Shobotai o yonde kudasai. tolong panggil pemadam kebakaran.

CATATAN

Untuk meminta tolong atau memohon dalam bahasa jepang, maka hal-hal berikut agar menjadi perhatian.

1. Menggunakan kata kerja (verbal) bentuk te (atau kadang-kadang verbal bentuk de)

2. Menambah kata kudasai (yang berarti tolong atau silakan) pada kalimat.

Contoh :

Tabete kudasai silakan makan

Ei-go o hanashite kudasai silakan(tolong) bicara dalam bahasa inggris.

Kaiwa

Dialog

A : sumimasen, Suzuki-san desu ka.

Maaf, apakah anda tuan Suzuki.

B : hai, so desu !

Ya (benar).

A : hajimemashite, santoso desu. Dozo yoroshiku.

Apa kabar ? saya santoso. Senag bertemu dengan anda.

B : hajimemashite, Suzuki matsuo desu. Dozo yoroshiku.

Apa kabar ? saya jun yamada. Senag bertemu anda.

CATATAN

-san yang berarti tuan , pak, nyonya, nona, saudara atau saudaridigunakan untuk menyebut orang lain.

Penggunaan kata –san sangatlah penting di dalam percakapan bahasa jepang, karena sangat tidak sopan untuk memanggil seseorang jepang dengan namanya saja.

Sangat tidak sopan pula jika menyebut namanya sendiri dengan tambahan –san! Selain tidak sopan , pengucapannya dianggan tidak mengerti dan tidak memahami bahasa jepang serta menjadi bahan tertawaan semata!

Tedapat beberapa bentuk selain –san , yaitu :

Sama digunakan saat membuat surat dan di didalam situasi formal atau resmi lalinnya.

Kun digunakan kepada pria muda yang sudah saling mengenal

Chan digunakan antara anak-anak atau panggilan oleh orang dewasa saat memanggil anak.

PARTIKEL WA atau GA (KAKARI JOSHI)

PENGERTIAN

Dalam pembicaraan atau tulisan di dalam bahasa jepang, partikel wa atau ga sangat sering di gunakan. Boleh dikatakan, hamper setiap saat partikel tersebut digunakan. Oleh karenanya, penguasaan partikel tersebut sangat penting dan mutlak untuk diketahui.

Dalam prakteknya, partikel wa atau ga harus dibedakan dalam penggunaannya. Perbedaan diantara kedua partikel tersebut adalah : wa lebih menekankan predikat, sedangkan ga menekankan subyeknya.

Penambahan partikel wa atau ga belum cukup untuk membuat sebuah kalimat. Untuk itu kita harus menempatkan desu (bentuk sekarang) dalam kalimat positif dan dewa arimasen dalam kalimat negative, dengan syarat tidak terdapat kata kerja dalam kalimat tersebut.

Semisal, jika kita ingin mengatakan : “ saya sekretaris”,maka dalam bahasa jepangnya kita tidak boleh mengatakan atau menuliskan “watashi hisho”.

Bahasa jepang yang benar untuk “saya adalah serketaris “ adalah : watashi wa hisho desu.

Bahasa jepang untuk “saya buka penyanyi” adalah watashi wa kashu dewa arimasen dan bukannya watashi kashu desu.

KUNCI PEMAHAMAN

Pokok kalimat + predikat + desu à kalimat positif

Watashi (saya) wa

Anata (anda) wa

Kare (dia, laki-laki) wa + predikat +desu

Kanojo (dia, perempuan) wa

Watashi-tachi (kami, kita) wa

Karera (mereka) wa

Contoh :

Watashi wa shonin desu.

Saya pedagang.

Anata wa kigyoka desu.

Anda pengusaha.

Kare wa yoofukuya desu.

Dia(laki-laki penjahit).

Kanojo wa nihongo no sensei desu.

Dia (perempuan) guru bahasa jepang.

Karera wa nomin desu.

Mereka petani.

Anata wa Indonesia-go no sensei desu.

Anda guru bahasa Indonesia.

Watashi wa foriniku ga suki desu.

Waya suka daging ayam.

CATATAN

Untuk membuat kalimat dengan menggunakan partikel wa ditambah desu, syaratnya adalah tidak terdapat kata kerja dalam kalimat tersebut.

KUNCI PEMAHAMAN

Pokok kalimat + predikat + dewa arimasen à kalimat negative

Watashi (saya) wa

Anata (anda) wa

Kare (dia, laki-laki) wa + predikat + dewa arimasen

Kanojo (dia, perempuan) wa

Watashi-tachi (kami,kita) wa

Karera (mereka) wa

Contoh :

Watashi wa untenshu dewa arimasen.

Saya bukan sopir.

Anata wa nomin dewa arimasen.

anda bukan petani.

Kare wa honyakusha dewa arimasen.

Dia (laki-laki) bukan penterjemah.

kare wa gekai dewa arimasen.

Dia ( perempuan) bukan ahli bedah.

watashi-tachi wa shinbunkisha dewa arimasen.

Kami bukan wartawan.

karera wa shasho dewa arimasen.

Mereka bukan kondektur.

CATATAN

Untuk membuat kalimat negative dengan menggunakan partikel wa ditambah dewa arimasen, syaratnya adalah tidak terdapat kata kerja dalam kalimat tersebut.

KATA PENUNJUK TEMPAT (SHIJISHI) : KONO, SONO, ANO

PENGERTIAN

Kono, sono, ano adalah kata ganti penunjuk yang digunakan untuk menunjukkan atau menerangkan benda hidup dan benda mati, dimana benda-benda tersebut berfungsi sebagai pelengkap.

Kono (ini), sono (itu) dan ano (itu) berlaku sebagai kata sifat (demonstarive adjective) sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Kata-kata tersebut harus diikuti kata benda.

Contoh :

Kono kokuban : papan tulis ini.

Sono jibiki : kamus itu.

Ano heya : kamar itu.

CATATAN

Kono : ini

Kono digunakan jika benda yang ditunjuk berada di dekat pembicara.

Sono : itu

Sono digunakan jika benda yang ditunjuk berada tidakterlalu jauh dari pembicara.

Ano : itu.

Ano digunakan jika benda yang ditunjuk berada jauh dari pembicara.

KUNCI PEMAHAMAN

Kono à…. ini

Sono + kata benda à…. itu

ano à…. Itu

CATATAN

Kata tanya yang berhubungan dengan kono, sono, ano adalah dono.

Dono yang berarti yang mana, adalah kata Tanya yang menunjukkan tempat, dan berfungsi sebagai kata sifat.

Contoh:

Dono kuruma isu desu ka.

Kursi roda yang mana ?

Kono kurumaisu desu.

Kursi roda ini.

KUNCI PEMAHAMAN

Dono + kata benda à ……yang mana

Contoh :

Dono hito : orang yang mana ?

Dono denwa : telepon yang mana ?



0 comments:

Post a Comment

Silahkan menuliskan komentar anda pada opsi Google/Blogger untuk anda yang memiliki akun Google/Blogger.

Silahkan pilih account yang sesuai dengan blog/website anda (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM).

Pada opsi OpenID silahkan masukkan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.

Atau anda bisa memilih opsi Nama/URL, lalu tulis nama anda dan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.

Jika anda tidak punya blog/website, kolom URL boleh dikosongi.


Gunakan opsi 'Anonim' jika anda tidak ingin mempublikasikan data anda. (sangat tidak disarankan). Jika komentar anda berupa pertanyaan, maka jika anda menggunakan opsi ini tidak akan ditanggapi. Lebih baik anda gunakan pilihan dibawah ini:


Jika ingin komentar anda tidak dipublikasi, silahkan klik disini

Masih kesulitan juga membuat komentar? silahkan klik disini